IPOL.ID – Kampung Narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur ternyata bukan sekadar tempat peredaran narkotika biasa.
Pasalnya, sindikat di baliknya membangun sistem pengamanan yang sangat terstruktur, lengkap dengan puluhan “sniper” atau pengawas lapangan yang berjaga secara bergilir dan dilengkapi alat komunikasi.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengungkapkan kawasan tersebut dijaga ketat oleh 31 orang sniper pada malam hari dan 22 orang pada siang hari.
Para pengawas ini ditempatkan di berbagai titik strategis di dalam gang dan menggunakan handy talky (HT) untuk saling memberikan informasi secara real-time dan memberi peringatan jika ada aparat yang masuk.
“Peredaran tersebut terbuka, terstruktur, dan terorganisir dalam penjualannya dengan melibatkan banyak pengawas loket penjualan tersebut serta para pengawas dibekali handy talky,” katanya dalam keterangannya, Senin (18/5).
Menurut hasil penyelidikan polisi, para sniper menggunakan kode tangan untuk mengarahkan pembeli menuju loket narkoba.
