IPOL.ID- Pelaksanaan Bazar di Kantor Kelurahan, Kecamatan dan Walikota di Jakarta dinilai sepi pengunjung sehingga tidak memiliki dampak pada pelaku usaha.
Karenanya, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nurafni Sajim, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi pelaksanaan Bazar UMKM tersebut.
Srikandi Demokrat di Kebon Sirih itu menyarankan Bazar UMKM sebaiknya dipusatkan pada kegiatan atau event besar yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar lebih efektif dalam mendatangkan pembeli.
“Jadi di mana Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ada event, di situ dilakukan Bazar. Tidak perlu lagi skema Bazar di kelurahan, kecamatan atau wali kota. Karena tidak ada keramaian, tidak ada masyarakat yang datang untuk membeli,” ujar Afni, Kamis (28/5/2026).
Anggota DPRD DKI 4 periode itu mengungkapkan, Bazar yang terintegrasi dengan kegiatan hiburan dan agenda besar terbukti mampu meningkatkan penjualan para pelaku UMKM.
Vokalis Demokrat itu mencontohkan pelaksanaan Jakarta Takbiran yang berhasil menarik banyak pengunjung. Sehingga seluruh pedagang dapat merasakan manfaat ekonomi.
