IPOL.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya blak-blakan mengenai adanya ketidaksinkronan data terkait jumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perbedaan angka tersebut terjadi antar-kedeputian di dalam BGN.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan, perbedaan itu muncul karena setiap unit menggunakan basis data dan aplikasi yang tidak sama.
“Jadi waktu saya datang ke BGN, kami kan ada beberapa kedeputian ya. Kalau kedeputian A mengeluarkan versi mereka aplikasi ini jumlahnya 29.000 sekian. Kedeputian B versi ini, aplikasi ini mengeluarkan angka 28.000 sekian dan seterusnya,” jelas Arum, Senin (15/6).
Kondisi tersebut sempat menyulitkan menentukan angka yang pasti lantaran banyaknya versi data yang berbeda
Nah, untuk mengatasi persoalan ini, BGN kini menetapkan data transaksi keuangan sebagai acuan tunggal untuk memverifikasi dapur yang benar-benar aktif beroperasi.
“Nah, supaya proses melangkahnya lebih jelas kami lakukan, ‘Oke inilah dapur yang operasional.’ Pakainya data apa? Data virtual account karena di situlah titik uang negara keluar,” katanya.

