IPOL.ID – Anggota DPR RI Ateng Sutisna menilai persoalan yang dihadapi PT Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo tidak dapat dilihat sebagai persoalan satu kebun binatang semata. Pasalnya, kondisi tersebut mencerminkan persoalan struktural yang juga dihadapi sejumlah lembaga konservasi di Indonesia, mulai dari kesejahteraan satwa, pembiayaan, profesionalisme pengelola, fasilitas veteriner, hingga sistem pengawasan.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan manajemen Semarang Zoo yang dipimpin Direktur Utama, didampingi Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, di Rumah Aspirasi Saung Nganteur Kahayang, Salagedang, Majalengka, Sabtu (1/8/2026) lalu. Hal ini menjadi sorotannya lantaran kebun binatang merupakan lembaga konservasi, pusat edukasi lingkungan, sekaligus sarana pelestarian keanekaragaman hayati.
Oleh karena itu, pengelolaannya tidak boleh semata-mata berorientasi pada jumlah pengunjung dan pendapatan. “Satwa tidak boleh menjadi korban dari benturan antara target pendapatan, kelemahan manajemen, dan tarik-menarik kebijakan,” tegasnya dalam rilisnya di Jakarta, Senin (10/8/2026), dikutip dari Parlementaria.
