EUL menilai kualitas, keamanan, dan kemanjuran vaksin COVID-19. Plus rencana manajemen risiko dan kesesuaian program, seperti persyaratan cold chain. Penilaian dilakukan oleh grup evaluasi produk, yang terdiri dari ahli regulasi dari seluruh dunia dan Technical Advisory Group (TAG), yang bertugas melakukan penilaian risiko-manfaat untuk rekomendasi independen tentang apakah suatu vaksin dapat didaftarkan untuk penggunaan darurat dan, jika demikian, dalam kondisi apa.
Siaran pers WHO menyebutkan, dalam kasus vaksin Sinovac-CoronaVac, penilaian WHO termasuk inspeksi di tempat fasilitas produksi. Produk Sinovac-CoronaVac adalah vaksin yang tidak aktif. Persyaratan penyimpanannya yang mudah membuatnya sangat mudah dikelola dan sangat cocok untuk pengaturan sumber daya rendah.
Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO tentang Imunisasi (SAGE) juga telah menyelesaikan tinjauannya terhadap vaksin tersebut. Berdasarkan bukti yang ada, WHO merekomendasikan vaksin untuk digunakan pada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas, dalam jadwal dua dosis dengan jarak dua hingga empat minggu.
