Sebagai bagian dari proses EUL, perusahaan yang memproduksi vaksin harus berkomitmen terus menghasilkan data guna memungkinkan lisensi penuh dan prakualifikasi vaksin dari WHO. Proses prakualifikasi WHO akan menilai data klinis tambahan yang dihasilkan dari uji coba dan penyebaran vaksin secara bergilir untuk memastikan vaksin memenuhi standar kualitas, keamanan, dan kemanjuran yang diperlukan untuk ketersediaan yang lebih luas.
WHO sendiri telah mendaftarkan vaksin Pfizer/BioNTech, Astrazeneca-SK Bio, Serum Institute of India, Astra Zeneca EU, Janssen, Moderna dan Sinopharm untuk penggunaan darurat.
Untuk diketahui, SAGE merupakan kelompok penasihat utama WHO untuk vaksin dan imunisasi. Badan ini bertugas memberi nasihat kepada WHO tentang kebijakan dan strategi global secara keseluruhan, mulai dari vaksin dan teknologi imunisasi, penelitian dan pengembangan, hingga pemberian imunisasi dan keterkaitannya dengan intervensi kesehatan lainnya. SAGE tidak hanya peduli dengan vaksin anak-anak dan imunisasi, tapi semua penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.
