Hasil efikasi vaksin menunjukkan bahwa vaksin mencegah penyakit simtomatik pada 51% dari mereka yang divaksinasi. Serta sanggup mencegah COVID-19 yang parah dan rawat inap pada 100% dari populasi yang diteliti.
Beberapa orang dewasa yang lebih tua (lebih dari 60 tahun) terdaftar dalam uji klinis, sehingga kemanjuran tidak dapat diperkirakan pada kelompok usia ini. Namun demikian, WHO tidak merekomendasikan batas usia atas untuk vaksin. Sebab data yang dikumpulkan selama penggunaan berikutnya di banyak negara dan data imunogenisitas yang mendukung menunjukkan, bahwa vaksin tersebut kemungkinan memiliki efek perlindungan pada orang tua.
Tidak ada alasan untuk percaya bahwa vaksin memiliki profil keamanan yang berbeda pada populasi yang lebih tua dan lebih muda. WHO merekomendasikan negara-negara yang menggunakan vaksin pada kelompok usia yang lebih tua melakukan pemantauan keamanan dan efektivitas. Pemantauan untuk memverifikasi dampak yang diharapkan dan berkontribusi guna membuat rekomendasi lebih kuat untuk semua negara.
