Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Organisasi Buzzer
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Disway > Organisasi Buzzer
Disway

Organisasi Buzzer

Timur
Timur Published 21 Aug 2021, 07:16
Share
5 Min Read
DISWAY
SHARE

Wijayanto orang Demak. Ia alumnus SMAN 2 kota itu. Lalu masuk FISIP di Universitas Diponegoro, Semarang. Ilmu politiknya itu diperdalam di Amerika Serikat. Yakni di University of Wyoming. Sampai lulus S2 bidang media dan politik.

Dari Amerika Wijayanto masuk S3 di Universitas Leiden, Belanda. Penelitiannya dilakukan di Indonesia. Disertasinya tentang media: Hubungan Harian Kompas dengan Pemerintah. Sejak Kompas dilahirkan di tahun 1965 sampai 2015.

Pun sampai sekarang Wijayanto masih mengamati Kompas. Ia memang doktor yang terus mendalami persoalan media dan politik.

Kompas, kata Wijayanto, pernah menulis berita utama berjudul: Pilkada Tidak Langsung Akan Jadi Warisan Buruk SBY.

Baca Juga

Anggota Komisi III DPR, Abdullah. Foto: Parlementaria
Jangan Biarkan Demokrasi Dibungkam Air Keras!
Komisi I Soroti Ledakan Aktivitas Buzzer yang Kini Jadi Industri Terorganisir
Prabowo: 4 Kali Kalah Pemilu, Bukti Demokrasi Indonesia Berjalan

Waktu itu pemerintahan SBY memang lagi mengajukan RUU baru: agar Pilkada tidak perlu lagi secara langsung. Cukup kembali lewat DPRD.

SBY, kata Wijayanto, merenungkan berita utama Kompas itu. Lalu membatalkan RUU tersebut. Semua itu ia ketahui lewat wawancara orang-orang dekat SBY.

Tahun lalu, kata Wijayanto, Kompas juga memuat berita utama dengan judul mirip itu: Revisi UU KPK Akan Jadi Warisan Buruk Jokowi.

Previous Page12345Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: buzzer, Dahlan Iskan, demokrasi, disway.id
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article WhatsApp Image 2021 08 20 at 21.09.34 Kota Tangsel Adakan Musrenbang, Fokus Wujudkan Tangsel Lestari
Next Article WhatsApp Image 2021 08 20 at 23.09.06 Sepekan Terakhir, Tercatat 20 Kali Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran 

TERPOPULER

TERPOPULER
Ketum Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait. Foto: Ist
Headline

Komnas Perlindungan Anak Kecam Keras Pernyataan Komnas Perempuan

HeadlineOlahraga
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik dan Oman pada FIFA Matchday Juni 2026
18 May 2026, 13:34
Jakarta Raya
Husen Minta Program Pilah Sampah Pemprov DKI Dibarengi Peran RT dan RW
18 May 2026, 17:49
Telkom
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
18 May 2026, 11:32
Olahraga
Kejuaraan Asia U-17 & U-19 Modern Pentathlon 2026: Borong Emas Mixed Relay Kazakstan Juara Umum
18 May 2026, 12:24
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?