“Orang-orang bisa nggak malu lagi kalau melakukan kekerasan seksual,” sambungnya.
Selain itu, dengan adanya ‘pemakluman’, bisa membuat orang-orang ‘terbiasa’ melihat para pelaku pelecehan berseliweran di layar kaca.
“Perilaku ini juga bisa bikin orang-orang jadi merasa “biasa” melihat para pelaku kekerasan seksual,” tuturnya.
Pada akhirnya, insiden ini dapat membuat para korban pelecehan seksual menjadi semakin trauma.
Mereka juga dianulir bisa merasa takut untuk berbicara dan terbuka karena melihatnya.
Petisi untuk boikot pun kini semakin gencar dilakukan oleh banyak netizen.
Sampai saat ini sudah ada lebih dari 295,000 netizen yang menandatangani petisi boikot.
Hanya kurang dari 5,000 tanda tangan lagi untuk membuat Saipul Jamil ditolak kehadirannya di televisi dan YouTube. (bas)
