Menurut Edit Prima dari BSSN, ruang siber di Indonesia ada tiga lapisan. Lapisan pertama yaitu lapisan fisik, lapisan kedua lapisan teknis, lapisan ketiga adalah lapisan sosial.
“Hingga bulan September lalu terdapat sebanyak 927 juta serangan siber ke Indonesia, terbanyak adalah serangan malware, DDOS, trojan. Nantinya akan ransomware akan jadi serangan yang paling banyak,” kata dia.
Berdasarkan data BSSN, jumlah serangan siber sepanjang Januari sampai September 2021 mencapai lebih dari 927 juta. Dari angka itu sektor keuangan adalah sektor kedua tertinggi yang mengalami serangan siber setelah sektor pemerintahan.
Industri keuangan lanjut Edit merupakan sektor yang paling sering terkena serangan siber sejalan dengan masifnya transformai digital sektor perbankan.Sepanjang tahun lalu, insiden siber di sektor tersebut adalah serangan dalam bentuk malware, phisng, pencrian data, DDOS, skimming dan lainnya.
Pernyataan itu ditegaskan kembali oleh Brigjen Pol Helmi Santika, dari Bareskrim Polri. Menurut dia seiring dengan strategi perbankan untuk mendigitalisasi semua layanannya, banyak penjahat yang juga mengincar sektor ini.
