“Survei nasional literasi digital tahun 2020 yang dilakukan oleh Kominfo menemukan bahwa tingkat literasi digital Indonesia masih ditataran sedang, di mana kemampuan untuk memilih dan mencerna informasi yang tepat harus terus ditingkatkan. Survei yang sama juga menunjukkan 67,8% dari total 1.670 responden mempercayai informasi dari sosial media memiliki data jelas dan informasi lengkap,” jelas Menteri Johnny.
Menkominfo menegaskan, data berbagai survei yang ada harus menjadi cerminan kemampuan masyarakat yang harus ditingkatkan dalam mengambil tindakan finansial, di tengah derasnya arus informasi melalui internet.
“Kemampuan untuk memilih dan mencerna informasi yang tepat berperan sangat penting dalam kegiatan perekonomian digital, termasuk kemampuan menseleksi risiko, memitigasi resiko dan konsekuensi menggunakan pinjaman online, serta memilih penyedia pinjaman online yang terpercaya,” tandasnya.
Merespons maraknya konten pinjol ilegal, Kementerian Kominfo secara konsisten melakukan kegiatan literasi digital di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan target jumlah partisipan sebanyak 12,4 peserta pada tahun 2021 dan diharapkan total 50 juta peserta pada tahun 2024 nanti.
