“Penemuan davemaoite datang sebagai kejutan,” kata penulis utama Oliver Tschauner, seorang ahli mineral di University of Nevada, Las Vegas.
Tschauner dan rekan-rekannya menemukan sampel davemaoite dengan teknik yang dikenal sebagai difraksi sinar-X sinkrotron, yang memfokuskan berkas sinar-X berenergi tinggi pada titik-titik tertentu di dalam berlian dengan presisi mikroskopis. “Dengan mengukur sudut dan intensitas cahaya yang kembali, peneliti dapat menguraikan apa yang ada di dalamnya,” ucap Tschauner.
Dia menambahkan, sampel davemaoite di dalam berlian hanya berukuran beberapa mikrometer (sepersejuta meter). Jadi teknik pengambilan sampel yang kurang kuat akan melewatkannya.
Davemaoite diyakini memainkan peran geokimia penting dalam mantel bumi. Para ilmuwan berteori bahwa mineral tersebut mungkin juga mengandung elemen jejak lainnya, termasuk uranium dan thorium, yang melepaskan panas melalui peluruhan radioaktif. “Oleh karena itu, davemaoite dapat membantu menghasilkan sejumlah besar panas di mantel,” ujar Tschauner.
