Kemudian di tahun 2015, BAKAMLA melakukan pengembangan sehingga stasiun bumi BAKAMLA tersebut sudah bisa menerima citra satelit resolusi menengah sehingga bisa mengolah data yang lebih resisten lagi. Di tahun 2019, BAKAMLA berfokus pada monitoring di mana sistem ini memiliki basis geospasial yang mampu mengintegrasikan berbagai data. Dengan demikian, data-data tersebut mudah dikelola dan disajikan yang kemudian dianalisis lebih lanjut.
Sistem BAKAMLA ini disebut sebagai dashboard BAKAMLA di mana telah dimasukan data utama seperti data Automatic Identification System (AIS). AIS merupakan sistem yang wajib dipasang dihidupkan di semua kapal-kapal.
Dengan memasang dan menghidupkan AIS, maka stasiun yang berada di laut maupun di darat akan mengetahui datanya. Seperti keberadaan dan kecepatan dari kapal tersebut karena terdeteksi. Sistem ini merupakan salah satu agar keamanan dan keselamatan nelayan bisa terus terpantau, dan jika terjadi hilang kontak mereka akan segera dicari.
Selain itu, ada teknologi penginderaan jauh lainnya yakni VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite). VIIRS ini digunakan di malam hari.
