Senada dengan Jamaan, Ibu Jumianti, ibu rumah tangga yang tinggal di pulau tersebut juga menyampaikan rasa syukurnya dengan masuknya listrik 24 jam ini, selain memudahkan anaknya dalam belajar, dirinya juga dapat memperoleh pendapatan sampingan dengan berjualan es batu.
“Alhamdulillah kita senang. Kini tidak lagi susah dengan adanya listrik. Kita bisa menambah lemari es untuk berjualan es batu. Anak-anak juga bisa belajar kapan saja,” ungkap ibu dua anak ini.
Kepala Dinas Energi dan Sumber daya Mineral Provinsi NTB, Zaenal Abidin menyampaikan apresiasinya terhadap PLN atas upaya yang dilakukan untuk melistriki daerah terpencil dan terluar di NTB.
“Ini tentunya langkah yang luar biasa dari PLN. Tidak hanya sekedar melistriki, tapi berhasil menghadirkan green energy di pulau terluar NTB. Pembangunan PLTS yang akan beroperasi secara hybrid dengan PLTD milik PLN di Pulau Medang, juga dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan BBM yang harganya saat ini kian melambung, mengurangi Biaya Pokok Produksi listrik dan meningkatkan bauran energi terbarukan dalam bauran energi daerah NTB,” tutur Zaenal.
