Nur Laila berharap, semoga inovasi ini belum ada di Indonesia. Sehingga kedepannya semoga alat ini bisa diproduksi dengan massal.
“Saya berharap semoga robot Aucoplam dapat membantu perkembangan dan meningkatkan komoditas jagung di Indonesia, kalau kita dikasih kesempatan lagi kita akan merangkul seperti Kementerian Pertanian dan mematangkan elektronya lagi,” tambahnya.
Sebelum di NYIA, dia juga mengikuti kompetisi ke Malaysia melakukan inovasi yang lain dan mendapatkan medali silver. Kemudian pada kompetisi lainnya di Icevo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang dipakai robot Aucoplam ini. “Kemudian kita matangkan kembali di kompetisi NYIA ini,” ucapnya.
Perlu diketahui bahwa NYIA adalah ajang kompetisi bagi remaja dalam melakukan inovasi dan invensi di bidang teknologi. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi.
Lomba tingkat nasional itu juga sebagai ajang untuk menjaring inventor remaja berpartisipasi pada kompetisi tingkat regional maupun internasional. Peserta NYIA adalah remaja setingkat siswa SD, SMP dan SMA. Mereka adalah remaja yang potensial untuk dikembangkan dan dapat menjadi potent brand ambassador atau young talent terkait dengan remaja dan inovasi.
