Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Menuju Keadilan Anggaran Pusat vs Daerah
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Opini > Menuju Keadilan Anggaran Pusat vs Daerah
Opini

Menuju Keadilan Anggaran Pusat vs Daerah

Timur
Timur Published 18 Dec 2022, 22:00
Share
8 Min Read
Ardi Wirdamulia Demokrat
Ardi Wirdamulia menilai ketakutan bahwa desentralisasi membawa pada separasi ternyata tidak terbukti. Foto: Ipol.id/peri
SHARE

Konsistensi terhadap gagasan besar desentralisasi ini selama era SBY ini dibuktikan dengan bertambahnya jumlah kota/kabupaten atau daerah daerah otonom. Melalui cara pandang desentralisasi, di era SBY juga tidak ada gejolak besar di Papua. Bahkan Acehpun berhasil didamaikan. Sehingga ketakutan bahwa desentralisasi membawa pada separasi itu ternyata tidak terbukti.

Dalam kondisi utang/PDB yang ditinggal oleh pemerintahan sebelumnya sebesar 56.5% dan PDB yang hanya 2.3 T, masuk akal jika pemerintahan SBY sibuk menggenjot pertumbuhan. Di akhir masa jabatannya, SBY meninggalkan rasio utang/PDB 24.7 persen dan PDB sebesar 10.5 T. Suatu peningkatan yang nyata dari sisi perekonomian.

Dengan warisan ekonomi yang kuat, pemerintahan Jokowi harusnya bisa fokus pada pemerataan kegiatan ekonomi. Utamanya antara pusat dan daerah. Tapi dalam hal ini ternyata berlaku business as usual. Pada RAPBN 2014 di akhir era SBY, alokasi transfer ke daerah itu sebesar 32 persen atau 586.4 T dari 1816.7 T keseluruhan rencana belanja. Pada RAPBN 2023 angka itu justru turun menjadi 27 persen atau 814.7 T dari 3061.2 T.

Previous Page123456Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: anggaran, anggaran pusat vs daerah, apbd, apbn, daerah, Demokrat, dpr, Dr. Ardi Wirdamulia, FUNGSI ANGGARAN, Kemenkeu, Kepala BadiklatDA Partai Demokrat Jakarta, OPINI, pad, Partai Demokrat, pusat
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article IMG 20221218 WA0035 Pastikan Pelanggan Nikmati Final Piala Dunia 2022 dengan Nyaman, PLN Jamin Pasokan Listrik Cukup
Next Article Screenshot 2022 1218 215005 Terungkap, Misteri Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines Sejak 2014 Silam

TERPOPULER

TERPOPULER
PHN CAB
Gaya hidup

Pakai Cara Ini Agar Pohon Cabai Tumbuh Subur hingga Berbuah Lebat

HeadlineNasional
Sah, Lebaran Haji Kompakan di Indonesia: Kemenag Sebut Idul Adha 1447 H Tanggal 27 Mei 2026
17 May 2026, 20:01
Olahraga
MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025-2026: Juara Baru Muncul, Antusias Meningkat
17 May 2026, 18:33
Headline
Komnas Perlindungan Anak Kecam Keras Pernyataan Komnas Perempuan
18 May 2026, 08:15
Nasional
Nasaruddin Umar Ajak Perempuan Tampil Percaya Diri Ambil Peran Strategis
17 May 2026, 18:30
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?