Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Green Plastic, Masa Depan Lingkungan Hidup Indonesia
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > News > Green Plastic, Masa Depan Lingkungan Hidup Indonesia
NewsOpini

Green Plastic, Masa Depan Lingkungan Hidup Indonesia

Timur
Timur Published 07 Jan 2023, 06:39
Share
7 Min Read
Sampah plastik
Ilustrasi sampah plastik. YPLHPI dan KPNas menyayangkan karena bisnis berbagai jenis plastik akan jalan terus. Foto: YPLHPI
SHARE

Jenis plastik biodedradable dan compostable itu bisa terurai hanya hintungan minggu atau bulan, mungkin tiga bulan. Jenis plastik tersebut yang masuk dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Pada SNI 7188.7.2016, Kriteria ecolabel – bagian 7: Kategori produk tas belanja plastik dan bioplastic mudah terurai, merupakan revisi dari SNI 7188.7:2011.

Dalam SNI 7188.7: 2016 telah lulus 3 jenis plastic: 1. Oxodegradable; 2. Biodagrable; dan 3. Bioplastik. Ketiga jenis plastik tersebut mudah terurai secara alami. Plastik oxodegradable dan biodegradable terurai secara alami butuh waktu 2 tahun. Bandingkan plastik konvensional (dari fosil minyak bumi) butuh waktu 100-1.000 tahun hingga dapat terdegradasi dengan sempurna.

Waktu dua tahun berarti menyediakan peluang bagi sektor daur ulang dan pemulung untuk melakukan usahanya. Siklus usaha dan pengembangan tak terganggu. Pemulung dan NGOs pendamping tak akan terganggu. Semua, masih bisa jalan! Porsi sampah plastik sekitar 13-14% dari total sampah (daerah dan nasional) dan menyerap pekerja ribuan, bahkan jutaan orang dalam pengelolaannya, mulai dari pekerjaan mengais sampah, memilah, mencacah sampai sektor industri daur ulang.

Previous Page123456Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Advokasi Kebijakan Konsorsium Pembangunan Agraria, Bagong Suyoto, green plastic, KPNas, OPINI, plastic, plastik, plastik ramah lingkungan, polusi, sampah, sampah plastik, sampah tidak terurrai, tpa, YPLHPI
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Oyo hotel OYO Travelopedia Klaim Ada Peningkatan Permintaan 82 Ribu Kamar Buat Malam Tahun Baru
Next Article Prius Toyota Toyota Banyak Tawarkan Mobil Hybrid, Solusi Irit Bensin Sekaligus Ramah lingkungan

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260508 WA0004
HeadlineOlahraga

Duel Ideal Garudayaksa kontra  PSS Sleman di Final Championship Liga 2

Jabodetabek
Info Lokasi SIM Keliling Depok Hari Ini Jumat 8 Mei 2026
08 May 2026, 06:27
HeadlineNews
Viral! Dugaan Pelecehan di Ponpes Ciawi Bogor, 3 Korban Resmi Lapor Polisi
08 May 2026, 10:33
HeadlineJabodetabek
Viral Aksi Asusila di Pinggir Rel Jatinegara, Satpol PP Tutup Akses Ilegal dan Perketat Patroli
08 May 2026, 09:16
Ekonomi
Dari Dapur Rumah ke Pasar Global, Casa Grata Tampil di Food & Hospitality Asia (FHA) 2026 Bawa Camilan Sehat
08 May 2026, 11:07
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?