Menurutnya, tren kenaikan suku bunga dapat memberikan kelegaan bagi industri dalam memerangi inflasi dan untuk meningkatkan hasil investasi. Namun di sisi lain, hal itu dapat meningkatkan kerentanan keuangan.
“Inflasi biaya asuransi berdampak pada profitabilitas karena bahan dan biaya tenaga kerja terus menjadi tinggi dan serapan lebih tinggi dari pertanggungan gangguan bisnis [business interruption],” kata Aisyah.
Faktor lain yang dihadapi industri, jelas dia, adalah perubahan Iklim dan meningkatnya frekuensi dan intensitas bahaya sekunder (secondary perils) secara global. “Hal itu dapat menambah biaya ekonomi dan klaim bencana alam,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Aisyah mengatakan Swiss Re melihat perlunya manajemen kapital dan risiko yang kuat untuk memitigasi tantangan yang akan dihadapi industri.
Pengelolaan klaim dan pertimbangan yang cermat terhadap lini bisnis yang paling rentan terhadap inflasi dan risiko kredit dinilai menjadi keharusan.
“Pertimbangan harus hati-hati terhadap lini bisnis yang paling terekspos terhadap inflasi dan risiko kredit.”

