“Harapannya industri asuransi dan reasuransi segera kembali menuju kondisi soft market namun tetap dengan kinerja yang lebih baik dan prudent,” ungkapnya.
Menghadapi hardening market yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia Re mendorong perbaikan portofolio bisnis dengan menekankan pada sejumlah aspek, terutama treaty balance, pricing, dan combined ratio.
Dalam renewal treaty, Indonesia Re melakukan penyesuaian tarif atau pricing yang hampir terjadi pada seluruh mitra asuransi atau cedant. Di samping itu, Indonesia Re menghapus atau merestrukturisasi program-program treaty yang jarang digunakan atau tidak terpakai oleh cedant.
“Penyesuaian pricing tidak dapat terelakkan yang dihadapi oleh banyak cedants,” jelas Delil.
Setelah melakukan perubahan signifikan pada renewal treaty per January 2023, Delil menjelaskan Indonesia Re juga telah menyiapkan langkah-langkah berikutnya untuk mendorong perubahan di industri.
Sementara itu, Direktur Teknik PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) Fadlil Iswahyudi mengakui adanya potensi hardening market di dalam maupun luar negeri. Siklus market hardening dan kondisi sebaliknya, terang dia, menjadi siklus yang selalu terjadi di industri asuransi.

