Senada, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengutarakan, Ditjen Migas bersama Pertamina Patra Niaga telah menyusuri Pantai Utara Jawa hingga Semarang guna melihat persiapan yang menyeluruh mulai dari perencanaan hingga implementasi. Pola konsumsi BBM tahun ini, terang Tutuka, akan berbeda dengan tahun sebelumnya karena waktu libur tahun ini lebih panjang. Untuk itu, pola ini perlu menjadi pemahaman bersama.
“Diperkirakan puncaknya (konsumsi BBM) itu tidak langsung turun, perlu waktu cukup lama, sekitar dua minggu. Sehingga diperlukan ketahanan yang cukup lama untuk mensuplai jumlah pasokan pada saat puncak. Walaupun kita pahami puncak kebutuhan tahun ini tidak lebih tinggi daripada puncak kebutuhan tahun sebelumnya, tetapi lebih lama,” terang Tutuka.
Antisipasi Antrean
Dalam konferensi pers tersebut, Direktur Pemasaran Regional PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan pihaknya mengantisipasi lonjakan kebutuhan dan penumpukan kendaraan di titik tertentu dengan beberapa langkah. Di antaranya dengan mengoperasikan SPBU berjalan.
