Lebih lanjut, saya lalu menjelaskan bahwa persoalan legalitas Merdeka Belajar sudah selesai karena pihak Lembaga terkait (Sekolah Cikal) yang sebelumnya memakai frasa Merdeka Belajar sebagai merk dagang mereka dengan cuma-cuma telah menghibahkan merk Merdeka Belajar kepada pemerintah sehingga pemerintah bisa leluasa menggunakannya untuk kepentingan pendidikan nasional.
Polemik berhenti sampai di sini, saya dan kolega tersebut sepakat bahwa diskursus tentang Merdeka Belajar clear, tidak perlu diperpanjang lagi. Ini hanyalah pengantar opini saya bahwa Merdeka Belajar yang kini menjadi program nasional pemerintah pada awalnya cukup menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.
Selebihnya, tulisan ini akan fokus membahas tentang praktik baik yang timbul sebagai dampak langsung pemberlakuan Merdeka Belajar.
Saya pribadi termasuk yang pro dengan program Merdeka Belajar dan segala program turunannya. Pantang bagi saya menolak hal positif untuk masa depan pendidikan anak bangsa. Di tulisan ini saya akan mencoba menarasikan opini saya berkaitan dengan hal-hal baik yang sudah berjalan setelah diberlakukannya kebijakan Merdeka Belajar.
