Saat ini kita dapat melihat betapa anak-anak murid di sekolah mulai akrab dan terbiasa dengan literasi, numerasi, budaya kolaborasi, berpikir kritis, toleransi, dan hal-hal baik lain yang sebelumnya mungkin tidak pernah kita temui. Salah satu yang paling konkret misalnya, para peserta didik sekarang terbiasa menggarap sebuah projek terapan yang dari proses awal mereka terlibat penuh, bekerja sama dengan banyak pihak dan memungkinkan mereka menikmati hasil akhirnya.
Mereka betul- betul ditempa menjadi aplikatif, apa yang mereka dapatkan di kelas langsung diwujudkan dalam praktik nyata sehingga mereka tidak lagi statis alias ilmu hanya sebatas di ubun-ubun kepala melainkan berwujud dalam aksi dan tindakan konkret berbasis projek. Hal ini cukup ampuh dalam membebaskan anak didik dari sekadar mengetahui konsep abstrak yang tak dapat diaplikasikan, efektif memerdekakan mereka dari ketidakberdayaan dan kegagapan.
Lebih lanjut, sedari dini anak-anak murid dilatih menjadi visioner, bersinergi dengan banyak pihak, berpikir out of the box untuk menemukan solusi dari persoalan yang ada. Selain itu, dengan Merdeka Belajar anak-anak Indonesia kini bisa leluasa melanjutkan studi setinggi mungkin dengan fasilitasi dari negara yang semakin dipermudah.
