Jika ada anak PAUD kecenderungannya tidak minat untuk belajar calistung dan hanya minat untuk bermain dengan temannya atau hanya berminat mendengar cerita dari buku yang dibacakan gurunya, maka ia tidak bisa dipaksa harus belajar calistung apa pun alasannya. Ia justru harus diberi kemerdekaan untuk belajar sesuai dengan apa yang menjadi minat dan kecenderungannya tersebut.
Sejalan dengan hal di atas, Merdeka Belajar sejatinya merupakan hak asasi setiap murid untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat yang merdeka mempelajari apapun yang mereka minati tanpa perlu takut menolak mempelajari hal-hal yang tidak mereka butuhkan dalam hidup. Merdeka Belajar memungkinkan hal tersebut.
Kini dengan adanya Kurikulum Merdeka semakin mempertegas dan mendukung kemerdekaan siswa dalam belajar hal-hal esensial yang mereka minati dengan suka cita, riang gembira dan tanpa terpaksa. Dengan Kurikulum Merdeka, setiap anak didik dibukakan pola pikirnya bahwa yang perlu mereka pelajari di satuan pendidikan formal adalah hal-hal substansial yang benar-benar mereka minati dan akan mereka pakai dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dituntun menjadi aktif, mandiri, kreatif, produktif, dan solutif.
