Sementara, warga yang rumah dan sepeda motornya terdampak tembok roboh, Ahmad Fahri Ridho, 22, menegaskan, konstruksi tembok memang sudah tampak ringkih sejak satu pekan sebelum kejadian.
“Sudah dibilangin sama bapak saya kala itu (tembok) sudah goyang. Tapi enggak didengarkan, akibatnya begini kan, ambruk,” ungkap Fahri di lokasi yang sama.
Menurut warga setempat, sebelum kejadian konstruksi tembok yang berbatasan dengan jalan lingkungan itu bahkan sudah tidak mampu sepenuhnya menahan hembusan angin kencang.
Beruntung tidak ada korban saat tembok tersebut roboh, hanya kerugian materil karena empat sepeda motor yang diparkir di jalan lingkungan tertimpa.
“Itu kalau siang hari biasanya ada anak-anak suka main bola di gang ini, untung saja lagi gak ada bocah atau pejalan kaki, kalau malam saja suka ada yang parkir motor pengunjung caffe setempat,” celetuk warga setempat.
Dalam peristiwa itu, tak hanya menimpa empat motor. Tiga unit rumah milik warga setempat yakni rumah Dalilah, 63, Hilda Irfani, 44, dan Subandono pun rusak berat tertimpa tembok roboh.
