Ayu juga mengaku bahwa tahap pemulihan pasca perpisahan merupakan momen yang menyakitkan. Sehingga tak heran, banyak orang memilih bertahan dalam hubungan tidak sehat.
Lakukan Refleksi Diri
Setelah melewati tahap perpisahan, sambung Ayu, penting bagi seseorang meluangkan waktu untuk menyadari bahwa proses tersebut tidak mudah. Selain itu, menilai kualitas hubungan sebelumnya dan mengenali kembali batasan personal.
“Jangan terburu-buru untuk bersikap reaktif, kita akui kalau tahap move on memang membutuhkan waktu. Dari sini, kita bisa menjadikannya sebagai pelajaran saat menjalin hubungan ke depan,” imbuh co-founder Seven Sense Learning Support Center itu.
Refleksi diri, lanjutnya, juga dapat dilakukan dengan menerapkan teknik mindfulness. Selain itu, mengenali strategi coping yang sehat seperti olahraga, latihan relaksasi, validasi emosi, dan journaling. Proses ini dapat mempermudah seseorang pulih secara emosional.
Terakhir, definisikan kembali makna cinta yang ingin dibangun dalam relasi baru. Ayu berpesan kepada pasangan yang pernah terjebak dalam hubungan toksik agar menyembuhkan diri terlebih dahulu. Dengan begitu, maka mencegahnya agar tidak menjadi pelaku dari lingkaran toksik. (tim)
