“Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan karena tidak akan membawa manfaat yang lebih besar,” papar Sumedana tanpa melupakan pertimbangan sosiologis dan masyarakat merespon positif.
Berikut 26 perkara tindak pidana umum yang dihentikan berdasarkan restorative justice:
1. Tersangka Daniel pgl David dari Kejaksaan Negeri Padang Panjang, yang disangka melanggar Pasal 44 Ayat (1) Jo. Pasal 5 huruf a Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
2. Tersangka Alex Sandro Takbeileng Yusuf Pgl Alex bin Yulianus Aya dari Kejaksaan Negeri Padang, yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.
3. Tersangka Jafrizal pgl Ijap bin Basir dari Kejaksaan Negeri Padang, yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.
4. Tersangka Jeantrisna Faradylla pgl Jean binti Yuhepri dari Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
5. Tersangka Sisilia Purwaningrum pgl Naning dari Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, yang disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
