“Dari obrolan itu kita terbesit untuk membuat satu buah buku yang menceritakan perjuangan dari agen pegadaian yang masuk dalam kategori sukses sehingga bisa mendapatkan omzet yang begitu besar,” katanya.
Kesuksesan itu pun, kata dia tidak dilakukan secara instan. Karena, agen Pegadaian Euis dan Apriani begitu gigih dalam meraih kesuksesannya sehingga mendapatkan omzet melebihi pegawai Pegadaian.”Saya melihat perjuangan yang dilakukan sungguh luar biasa dalam mencari costumer.
Mereka begitu menikmati pekerjaannya. Padahal tidak ada sanksi atau pun target omzet yang diberikan kepada mereka. Tapi mereka bisa bekerja dengan begitu giat dan berujung kesuksesan,” katanya.
Karena itu pula, Sahrul malah menilai jika kedua wanita tersebut merupakan women prenuer.”Karena mereka berdua bisa membangun lapangan kerja sendiri, ditengah himpitan orang-orang yang banyak mengeluhkan nasibnya. Jelas kedua orang ini merupakan sosok inspiratif bagi wanita lainya di Indonesia,” bebernya.
Agen Pegadaian, Apriani dalam paparannya menceritakan suka duka menjadi agen pegadaian. Sebab, untuk bisa sukses menjadi agen pegadaian didapatkanya dengan penuh pengorbanan dan ujian yang berliku.

