“Akan banyak persoalan yang muncul kedepannya ditengah masyarakat. Untuk itu diperlukan pemikiran yang konferhesif dari dewan kota yang menjabat nantinya,” paparnya.
Lebih lanjut, Alung menambahkan, persoalan yang terjadi di Jakarta Utara tergolong sangat komplek. Dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat. Alung yang dalam uji kelayakan oleh panitia seleksi mendapatkan standing aplaus saat paparan menyoroti pula penurunan daya beli masyarakat.
Apalagi, Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang saat ini mengalami penurunan. Hal itu pun berdampak pada sejumlah pelaku usaha yang harus gulung tikar.
“Dalam kondisi seperti itu, saya kira pelaku UMKM perlu mendapatkan edukasi agar lebih inovatif dalam mengembangkan usaha yang dijalani. Sehingga UMKM khusunya di Jakarta Utara bisa bersaing dengan produk-produk yang berasal dari luar negeri,” katanya.
Sementara, aspirasi masyarakat saat ini, banjir pun menjadi momok yang sangat memprihatinkan. “Dekot akan memberikan masukan pada walikota sesuai tupoksinya. Kita akan meminta agar Pemkot Jakut membangun waduk atau embung agar bisa dibangun untuk mencegah banjir,” tutupnya.
