Pada sektor pasar kerja, beberapa pekerjaan akan hilang atau tergantikan dengan perkiraan 1,94 juta pekerja di sektor energi fosil terancam. Selanjutnya risiko peningkatan angka kemiskinan untuk pekerja dan komunitas terdampak, daya saing perusahaan domestik menurun karena berbagai kebijakan pembatasan karbon, serta penurunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) akibat pemberlakuan insentif pajak untuk kendaraan listrik.
Di sisi lain, transisi energi berpotensi menciptakan pekerjaan hijau (green job) sebanyak 42 persen tenaga kerja tambahan atau sekitar 2,25 juta pekerjaan pada tahun 2060, terutama di sektor energi. Kedua, energi terbarukan off-grid dapat menyediakan akses energi bersih ke daerah-daerah terpencil.
“Di wilayah seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan yang sangat bergantung pada batubara, kita mungkin melihat penurunan PDB akibat kebijakan percepatan penghapusan PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Hal ini menegaskan perlunya diversifikasi ekonomi dan kebijakan yang ditargetkan untuk melindungi perekonomian masyarakat di wilayah-wilayah terdampak transisi tersebut,” ucap Nirarta.
