“Kami melakukan dialog bersama Forkopimko (kemarin) dalam rangka mengantisipasi dan penanganan tawuran di wilayah Jakarta Timur,” kata Wali Kota Jakarta Timur, Anwar, Kamis (8/8/2024).
Anwar menjelaskan, berbagai antisipasi dan penanganan tawuran sudah dilaksanakan jajarannya. Seperti sosialisasi antisipasi tawuran di sekolah-sekolah, monitoring antisipasi tawuran pada malam Sabtu dan Minggu di lokasi rawan tawuran.
“Kami juga membuat posko-posko antipasi tawuran di lokasi rawan tawuran, dan menerapkan sanksi bagi pelaku tawuran dengan pencabutan KJP. Diharapkan dari kegiatan ini membuat sadar warga, serta memberikan edukasi kepada anak muda agar tidak melakukan tawuran, di wilayah Jakarta Timur,” jelasnya.
Anwar mengimbau warga Jakarta Timur, terutama generasi muda, RT, RW, LMK, FKDM, kader PKK, Jumantik, Dasawisma, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Ormas, serta seluruh warga Jakarta Timur agar bisa menjaga kampungnya masing-masing terhindar dari tawuran.

