Meskipun harus melalui masa-masa sulit menjalani pengobatan jauh dari keluarga, Mumu mengaku tidak terlalu sedih, karena dari kesan yang dirasakan sebagai pasien pengguna JKN selama di rumah sakit terbilang sangat baik dan memuaskan, jauh dari ekspetasi negatif yang diterimanya dari mulut ke mulut. Dokter dan petugas non medis yang melayaninya bersikap penuh perhatian, fasilitas kamar rawat inap yang bersih nan nyaman, serta prosedur administrasi yang ringkas.
“Jatuh sakit saat jauh dari keluarga itu bukan hal yang mudah, tapi berkat BPJS Kesehatan saya jadi tidak takut untuk mengakses pelayanan kesehatan kapanpun selama status kepesertaan saya aktif dan sesuai prosedur, semuanya gratis. Bagi anak rantau seperti saya, program ini bisa dibilang pelindung utama yang wajib dipunyai, kemudian kalau dari segi layanan bisa dibilang bagi saya sudah sangat baik, rumah sakit bersikap profesional dan tidak membedakan sikap antar pasien,” tegas Mumu.
Kisah Mumu menunjukkan betapa besar dampak JKN dalam membantu masyarakat Indonesia, tidak hanya dalam mengurangi beban biaya, tapi juga dalam memberikan akses kepada perawatan kesehatan yang layak dan berkualitas. Ia berharap akan ada lebih banyak peningkatan dalam sistem, terutama dalam mengurangi waktu tunggu melalui optimalisasi fitur antrean online dan fitur konsultasi dokter online untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap BPJS Kesehatan.
