Tak hanya pekerjaan di bidang-bidang formal, tapi AI juga menjadi ancaman serius bagi otoritas keagamaan mapan. Umat sekarang sudah semakin banyak yang memilih bertanya ke Google, ketimbang ke ulama atau pemuka agama.
Selanjutnya fenomena yang perlu diperhatikan adalah matinya akal sehat atau The Death of Mind sebagaimana buku yang ditulis oleh Franklin Foer. Fenomena ini ditandai dengan ketidakmampuan orang untuk berpikir mendalam dan kritis, mereka hanya mensimplifikasi informasi.
Mu’ti mencontohkan seseorang yang saat ini merasa cukup untuk membaca judul sebuah berita saja, dari sebuah judul itu kemudian seseorang sudah merasa mendapatkan informasi yang benar. Padahal judul tersebut dibuat oleh media hanya untuk sekadar sensasi.
“Sehingga sekarang muncul perilaku manusia yang tidak bisa menerima pendapat. Karena dia mencari informasi yang membenarkan apa yang dia inginkan,” ungkapnya.
Fenomena ketiga adalah matinya keadaban digital. Orang Indonesia banyak hidup di dunia digital, tapi digital civility index atau indek keberadaban digital Indonesia menurut Microsoft pada tahun 2020 menunjukkan sebagai yang paling buruk di ASEAN.
