Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Prof Abdul Mu’ti Ungkap Fenomena yang Mengancam Keadaban dan Peradaban Manusia
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Prof Abdul Mu’ti Ungkap Fenomena yang Mengancam Keadaban dan Peradaban Manusia
HeadlineNasional

Prof Abdul Mu’ti Ungkap Fenomena yang Mengancam Keadaban dan Peradaban Manusia

Iqbal
Iqbal Published 31 May 2025, 17:25
Share
4 Min Read
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. Foto: PP Muhammadiyah
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti. Foto: PP Muhammadiyah
SHARE

Warganet Indonesia menurut Mu’ti seakan begitu ringan dan tak ada beban ketika memberikan hujatan dengan kata-kata hinaan di dunia digital. Hujatan tersebut sering bersembunyi dibalik istilah ‘kritik’, padahal yang disampaikan tidak berdasar ilmu dan nalar yang sehat.

“Repotnya kadang-kadang, banyak orang termasuk sebagian pejabat mengambil kebijakan berdasarkan apa kata netizen. Padahal kata netizen itu belum tentu mencerminkan kecerdasan dia, pemahaman dia terhadap suatu persoalan,” katanya.

Fenomena tersebut kemudian melahirkan masalah baru yang menjadi penyakit warganet yaitu the problem of popularity. Pertarungan baik atau buruknya kebijakan berpijak pada popularitas yang kemudian dibantu para pendengung atau buzzer.

“Ini masalah kita yang sangat serius. Digital civility index kita itu bisa jadi merefleksikan keadaban rill masyarakat kita saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga

URI
Gasak Sepatu Bermerek Kesekian Kali di Indekos Putri, Tersangka Pencurian Digelandang ke Polsek Kebayoran Baru
KOWANI Serukan Gerakan Nasional Lawan Kekerasan Seksual terhadap Anak
Polri Hadirkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Sekolah Unggulan Berstandar Dunia: 297 Siswa Mulai Tempati Kampus

Fenomena keempat yang perlu mendapat perhatian adalah matinya rasa malu. Publik terlebih warganet tidak memiliki rasa malu ketika berbuat salah, bahkan tidak malu jika berbuat dosa.

Previous Page1234Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Amirul Hajj Indonesia, Prof KH Nasaruddin Umar, Menjelang Puncak Haji, Indonesia Siapkan Murur dan Tanazul untuk Jamaah Berkebutuhan Khusus
Next Article Presiden Prabowo Subianto. Pakar BRIN Bahas Arah Kebijakan Luar Negeri Presiden Prabowo

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260720 WA00612
HeadlineHukum

KPK Panggil 4 Tersangka Korupsi Dana Hibah Jatim, Bakal Ditahan?

Headline
Meski Tarif Naik, Ratusan WNI Tetap Ajukan Lepas Kewarganegaraan
22 Jul 2026, 08:03
News
Bareskrim Dalami Dugaan Pemalsuan Dokumen Founder Krista Exhibitions Diperiksa sebagai Pelapor
22 Jul 2026, 18:00
Jakarta Raya
Pita Kuning Ajak Anak Pejuang Kanker Berkarya dan Berekspresi di Hari Anak Nasional
22 Jul 2026, 16:30
Jakarta Raya
ABTI DKI Jakarta Resmi Dilantik, Joshua Franklin Siahaan: Kita Kolaborasi Untuk Prestasi Bola Tangan
22 Jul 2026, 12:56
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?