Namun, mereka membantah menembak warga sipil atau menghalangi akses terhadap bantuan.
Namun, saksi mata dan pejabat menggambarkan situasi yang berbeda. Kepala Departemen Rekam Medis Kementerian Kesehatan Gaza, Zaher al-Waheidi, membenarkan jumlah korban tewas mencapai 27 orang.
Sementara itu, Juru Bicara Palang Merah Internasional, Hisham Mhanna, menyebutkan bahwa timnya menerima 184 korban luka di rumah sakit lapangan Rafah.
Dari jumlah itu, 19 orang dinyatakan meninggal saat tiba, dan delapan lainnya meninggal kemudian akibat luka parah.
Pemerintah Gaza menuduh Israel melakukan kejahatan yang sistematis dan disengaja.
“Ini adalah kejahatan mengerikan yang terus diulang. Israel menarik warga yang kelaparan ke pusat bantuan, lalu menembaki mereka,” bunyi pernyataan dari Kantor Media Pemerintah Gaza.
Pemerintah Gaza juga menyebutkan bahwa sejak GHF mengambil alih sebagian besar distribusi bantuan dari PBB dan lembaga kemanusiaan lainnya setelah 11 pekan blokade total, jumlah korban jiwa di pusat-pusat bantuan di Rafah dan Koridor Netzarim telah mencapai 102 orang tewas dan 490 lainnya luka-luka.
