Tim juga telah menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban keluarga terdampak. Bantuan itu meliputi paket sandang, kebersihan, sembako, kasur dan tikar lipat, terpal, makanan siap saji, lauk pauk, biskuit, perlengkapan bayi, hingga alat masak dan makan.
BPBD juga mengerahkan tim Jitupasna untuk melakukan penilaian kerugian dan kebutuhan pascabencana.
“Hingga sore hari, korban telah dimakamkan dan bangunan dapur yang roboh belum mendapatkan perbaikan”.
Dalam penanganan darurat ini, unsur yang terlibat meliputi BPBD Kabupaten Jember, Muspika, perangkat desa, serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat.
Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Sementara, di wilayah lainnya, intensitas hujan yang tinggi juga memicu bencana lonsor, kali ini berupa kerusakan infrastruktur akibat amblesnya jembatan di Kabupaten Trenggalek, Rabu (4/6/2025) sekitar pukul 22.15 WIB, terjadi bencana alam berupa amblesnya jembatan penghubung antara Desa Bangun dan Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek.
