Kejadian ini dipicu hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 19.00 WIB. Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan aliran sungai meningkat dan menggerus struktur pondasi jembatan, yang memiliki lebar 3 meter dan panjang 23 meter, hingga akhirnya ambruk.
Kejadian serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Watulimo pada Kamis (5/6/2025), tepatnya di Desa Prigi dan Tasikmadu.
Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB pada malam sebelumnya menyebabkan banjir setinggi 50 cm melanda dua desa tersebut.
Kondisi air saat ini telah surut, namun kerusakan ringan pada infrastruktur masih dalam pendataan. Tak hanya banjir, hujan yang berkepanjangan juga mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik strategis di Kecamatan Watulimo.
Di Desa Sawahan, tanah longsor dan pohon tumbang menutupi sebagian badan jalan provinsi (Jalur Durenblondot). Meski sudah ditangani sementara, arus lalu lintas hanya bisa dilalui secara bergantian (buka-tutup). Di Gemaharjo, longsor di jalur alternatif Thukul juga menutup sebagian jalan, namun masih dapat dilalui kendaraan dengan kehati-hatian tinggi.
