Berdasarkan catatan terdahulu, erupsi hari ini termasuk letusan besar pada semester awal tahun 2025. Sebelumnya letusan dengan tinggi kolom abu antara 6 ribu sampai lebih dari 10 ribu kilometer juga pernah terjadi dalam periode terkini pada akhir 2023 hingga pertengahan 2024 lalu.
Sebagai salah satu gunung api aktif di Kabupaten Flores Timur, Gunung Lewotobi memiliki sejarah panjang aktivitas vulkanik. Salah satu erupsi besar tercatat terjadi pada tahun 1921, menghasilkan lontaran abu dan material vulkanik ke wilayah sekitarnya, kendati dokumentasi masih terbatas.
Erupsi berikutnya yang signifikan terjadi pada tahun 1935, ditandai letusan eksplosif melontarkan abu dan lava pijar serta peningkatan aktivitas kegempaan cukup drastis.
Pada 1970, terjadi letusan bertipe strombolian dengan lontaran material hingga beberapa kilometer dari kawah. Letusan ini menyebabkan hujan abu ringan di beberapa desa sekitar lereng gunung.
Dua dekade kemudian, pada 1991, terjadi lagi erupsi cukup besar, menjadikannya salah satu paling kuat di akhir abad ke-20. Letusan ini berdampak cukup signifikan terhadap aktivitas masyarakat dan menyebabkan peningkatan status gunung ke tingkat siaga.

