Kendati tidak terjadi letusan besar, periode aktivitas pada 2003 hingga 2004 menunjukkan peningkatan signifikan dalam kegempaan dan emisi gas. PVMBG saat itu meningkatkan status gunung ke Level II (Waspada). Periode itu menjadi salah satu fase paling aktif secara seismik dalam dua dekade terakhir.
Erupsi terkini dimulai sejak akhir 2023 menunjukkan pola letusan kompleks, dengan beberapa fase letusan freatomagmatik dan freatik. Dari Desember 2023 hingga Februari 2024, tercatat lontaran material pijar, awan panas guguran, dan hujan abu lebat berdampak langsung pada sejumlah desa, seperti Boru dan Klatanlo.
“Ribuan warga terpaksa dievakuasi, dan status gunung sempat dinaikkan ke Level IV (Awas),” ungkap Abdul.
“Aktivitas mulai menurun secara bertahap menjelang pertengahan 2024, namun kondisi gunung masih tergolong fluktuatif dan terus dipantau secara intensif”. (Joesvicar Iqbal)
