“Status tanggap darurat masih berlaku sejak 19 April hingga 18 Juli 2025. Kondisi terkini menunjukkan air telah mulai surut”.
Selanjutnya, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah menimbulkan 10 korban meninggal dunia dan menyebabkan 1.152 KK atau 4.061 jiwa mengungsi (data per 12 Juli 2025-red).
“Status tanggap darurat masih berlaku hingga 14 Agustus 2025. BNPB telah melakukan pendampingan, dan aktivitas kegempaan tercatat menurun,” terangnya.
Dijelaskan Abdul bahwa untuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Desa Tanjung Seteko di Kecamatan Indralaya dan Desa Seribanding di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (13/7/2025).
Total lahan yang diamuk si jago merah seluas 1 hektar dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh aparat penegak hukum.
Satgas Karhutla gabungan terdiri dari BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pemadam Kebakaran pada Senin (14/7) telah berhasil memadamkan lahan yang terbakar seluas 0.4 hektar.
