Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sendiri telah menyatakan status siaga darurat karhutla hingga 31 Oktober 2025 nanti. Menurut data per 29 Juli 2025, tercatat sudah ada 47 hektare lahan mineral maupun gambut terbakar dan mengepulkan asap.
Kepala BNPB bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menginisiasi pertemuan secara besar-besaran. Keduanya mengajak sejumlah intansi pemangku kepentingan se-Provinsi Sumatera Selatan, khususnya yang akan menangani permasalahan karhutla.
Lapangan upacara Griya Agung pun disulap menjadi lokasi pertemuan yang bertajuk “Apel dan Simulasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan”. Kepala BNPB turut berdiri sejajar dengan Menteri Lingkungan Hidup (LH) bertindak sebagai inspektur apel serta didampingi Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
Selain personel gabungan, segenap peralatan alutsista turut dihadirkan, mulai dari perangkat komunikasi, perangkat kendaraan taktis pemadaman darat karhutla, pesawat nirawak, sistem monitoring suhu, kelembaban, cuaca dan kondisi udara, alat-alat pemadaman darat ringan dan fleksibel hingga berat sekalipun, semuanya digelar dalam apel siaga darurat.
