Menteri Agama, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional dan Presiden RI Prabowo Subianto atas inisiatif program MBG ini. Dia menilai penunjukan Kabupaten Bone sebagai lokasi pertama merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Atas nama warga Desa Ujung dan sekitarnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan BGN. Kami merasa sangat bangga dan gembira karena Bone dipilih menjadi tempat penyelenggaraan program ini,” kata Menag RI, Nasaruddin, Minggu.
Lebih lanjut, Menag Nasaruddin menegaskan, komitmen Kementerian Agama untuk menjadikan dapur MBG ini sebagai model percontohan nasional.
“Kami akan menjadikan dapur ini sebagai salah satu rumah gizi terbaik. Kami akan terus melengkapi fasilitas yang ada agar kualitasnya melampaui standar ditetapkan BGN. Ini sejalan Visi Pondok Pesantren Al-Ikhlas sebagai pesantren berkelas internasional,” tutur Menag, Nasaruddin.
Menang berharap dapur MBG ini dapat menjadi model pelayanan gizi yang sehat, tetapi juga berkelanjutan. Menurutnya, hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem dukungan sosial dan pendidikan di lingkungan pesantren.
