“Kita bertanggung jawab menyiapkan makanan yang aman. Makanan yang tak aman tidak layak disebut makanan. Karena dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, pengawasan dan standar keamanan pangan akan terus kami tingkatkan agar dapur MBG ini jadi contoh nasional,” ujar Nyoto.
Sementara itu, Ketum Garuda, Nofalia Heikal mengungkapkan, rasa syukur kepada Allah SWT karena Dapur MBG milik Yayasan Garuda kali pertama ada dan tengah beroperasi di Wilayah Kabupaten Bone.
Dijadwalkan dapur MBG itu mulai beroperasi pada awal Agustus 2025. Dalam satu hari, dapur akan dapat memproduksi sebanyak 3.000 hingga 4.000 porsi makan siang gratis untuk para santri.
Pengolahannya sendiri dilakukan oleh sekitar 50 juru masak. Mereka terbagi dalam tiga shift untuk lima hari kerja.
“Semoga Dapur MBG kali pertama berjalan di Kabupaten Bone bisa dirasakan manfaatnya dan berjalan baik serta dapat membangkitkan perekonomian masyarakat khususnya di Kabupaten Bone, Sulsel ini,” harap Nofalia Heikal didampingi Ketua Dewan Pembina Garuda, Heikal, pada awak media di Kabupaten Bone, Minggu (27/7).
