Deny juga merespons tantangan dalam mencapai target 66 persen cakupan Jamsostek di DKI Jakarta. Menurutnya, perluasan kepesertaan harus dilakukan secara masif, termasuk di lingkungan BUMD. “Kami mulai dengan PD Pasar Jaya sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kepesertaan,” kata Deny.
PD Pasar Jaya saat ini mengelola 158 pasar di DKI Jakarta yang mencakup sekitar 100 ribu toko. Bila setiap toko mempekerjakan lima orang, maka potensi kepesertaan bisa mencapai 500 ribu pekerja. “Jumlah ini akan sangat signifikan menutup gap kepesertaan yang saat ini masih sekitar 600 ribu,” terang Deny.
Upaya lain dilakukan melalui kerja sama dengan Disnakertransgi DKI Jakarta untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan-perusahaan besar dan menengah. Banyak perusahaan yang sebelumnya hanya melaporkan sebagian pekerja, kini didorong untuk melaporkan seluruhnya. “Dengan pembinaan yang tepat, kepatuhan terhadap program Jamsostek akan meningkat secara signifikan,” kata Deny.
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng Dinas PPKUKM DKI Jakarta melalui program JakPreneur. Dari sekitar 300 ribu UMKM dalam program tersebut, baru 150 ribu yang menjadi peserta aktif. “Kami akan terus dorong sisanya agar terlindungi juga oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Deny.
