Sementara itu, Irjen Pol. Tonny Hermawan dari Bidang Hubungan Lembaga dan Transformasi Digital menyampaikan bahwa NTT masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur digital. “Masih ada sekitar 900 titik blank spot di NTT. Ini menciptakan kesenjangan akses terhadap layanan publik berbasis digital. Pemda kami dorong untuk menyusun peta jalan pembangunan digital agar kesenjangan ini bisa ditekan,” jelasnya.
Selain itu, isu maritim juga mendapat perhatian khusus. Laksda TNI (Purn) Suharto mengangkat persoalan nelayan asal NTT yang ditahan di Australia akibat pelanggaran wilayah tangkap. Ia menekankan pentingnya sosialisasi kesepakatan bilateral, khususnya terkait MoU Box 74 yang mengatur area penangkapan ikan secara legal di perairan perbatasan.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga swasembada pangan dan energi. Ia juga menyampaikan capaian surplus beras dan peningkatan produksi jagung yang difasilitasi oleh TNI dan Polri.
