Modus operandinya, sambung Kapolres Twedi, para pelaku ini mengincar rumah-rumah kosong yang ada di pemukiman.
Saat diyakini rumah tersebut dalam keadaan kosong, barulah para pelaku melancarkan aksinya berkelompok.
Sebagian berperan sebagai eksekutor yang membobol serta mencari barang berharga korban, sebagian lainnya berjaga di mobil.
“Jadi mereka ini sudah spesialis melakukan aktivitas untuk melihat rumah-rumah kosong,” tambah Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung.
“Untuk melancarkan aksi mereka antara satu dengan yang lain memberikan Whatsapp ‘Ayo kerja, ayo kerja’, berarti mereka akan eksekusi ke rumah-rumah kosong sesuai target,” tambahnya.
Saat sudah sampai di lokasi, maka pelaku akan menyebar personel sesuai kebutuhan, mulai dari mengeksekusi, hingga menjual barang-barang curian tersebut.
“Jadi untuk aktivitasnya mereka ber-3, ber-4. Mereka satu mobil kemudian ada yang membantu membuka brankas ini memanggil pelaku yang 1. Untuk menjual hasil curian pelaku yang lainnya ditugasi. Itulah kerjanya tim mereka seperti itu,” tegas Arfan.
