Seperti contoh bukti dari kisah sahabat Nu’man bin Basyir yang menceritakan bahwa laki-laki lebih mencintai istrinya dibandingkan kepada anaknya.
Begitu pula dengan pernyataan dari Ulama terkenal asal India bernama Abdurrahman Al-Mubarakfuri. Beliau menyatakan, secara alamiah, laki-laki memiliki ketertarikan kepada Perempuan.
Oleh sebab itu, kadang kala laki-laki rela melakukan perkara haram karena perempuan. Hal inilah yang membuat Abdurrahman beranggapan bahwa perempuan adalah fitnah yang paling membahayakan atas laki-laki.
Pernyataan dan pendapat yang dilontarkan oleh para ulama di atas kemudian menjadi dasar pemikiran kuat yang akhirnya mempercayai bahwa perempuan adalah sumber fitnah.
Hal ini berimbas pada tumbuhnya persepsi masyarakat yang menisbatkan gelar “shalihah” dari kehidupan seorang perempuan. Semakin tertutup akses kehidupan perempuan, maka diasumsikan semakin “shalihah” pula Ia.
Dialektika Pemikiran Taqiyyuddin As-Subki
Namun, di samping banyaknya pernyataan para Ulama dengan penafsirannya yang sama, terdapat pendapat lain. Pendapat ini bersumber dari Ulama asal Mesir abad ke 13 hingga 14 Masehi, Taqiyyuddin As-Subki.
