“Disini juga ada free kopi tester buat pelanggan. Buat para pembeli yang belum tahu rasa kopi apa saja, bisa mencobanya, bisa cicip langsung cocok yang mana”.
Tahun 2025 ini dia lebih mengonsepkan Toko Kopi Cap Bemo di Pasar Rawamangun lebih modern. Dulu kemasan bungkus kopi memakai kertas warna cokelat. Sekarang memakai kemasan standing pouch.
“Jadi Toko Kopi Bemo berubah total lebih modern, pasar tradisionalnya tetap tidak ditinggalkan dan mereka bisa santai ngopi sambil ngobrol disini,” tukasnya.
Edward berharap, kepada para pecinta kopi, komunitas bisa datang ke Pasar Rawamangun. Ke depan, dia pun ingin bisa bertemu dengan petani kopi langsung.
“Saat ini belum terwujud. Tapi kami terbuka lebar untuk bisa kerja sama dengan petani kopi agar petaninya bisa langsung suplai biji kopi pilihannya kemari dan inginnya juga ada tempat roasting, dan kedai kopi sendiri disini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Rawamangun Alvi Rahim mengatakan, intinya dia sebagai pengelola menginginkan Pasar Rawamangun bisa menjadi kiblat kedua dari Pasar Santa, Jakarta Selatan, yang memiliki Dunia Kopi-nya. Nah, di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, ini ada Kopi Cap Bemo.
