Siti memanfaatkan momen ini untuk mengurus perubahan faskes yang sudah lama tertunda karena domisili barunya jauh dari fasilitas kesehatan sebelumnya. Menurutnya, pelayanan seperti ini membuat peserta tidak perlu repot atau khawatir soal waktu.
“Kalau harus ke kantor cabang, waktunya nggak ada. Untung ada layanan di kantor, jadi langsung beres. Petugasnya juga cepat, ramah, dan jelasin prosedurnya pelan-pelan. Rasanya jauh lebih mudah dan nyaman karena semuanya dibantu dari awal sampai selesai,” ujar Siti.
Sementara itu, Andi awalnya tidak berniat mengurus apapun saat melihat BPJS keliling di kantornya. Rasa penasaran membuatnya mampir sebentar untuk mencari tahu, namun justru berakhir dengan pendaftaran Mobile JKN.
Selama ini, ia hanya mendengar sekilas tentang aplikasi tersebut tanpa benar-benar memahami manfaatnya. Setelah berbincang dengan petugas, Andi mulai sadar bahwa banyak urusan administrasi JKN bisa dilakukan secara cepat dan praktis hanya lewat ponsel.
“Tadinya pikir aplikasi ini ribet. Ternyata gampang, dan petugasnya sabar ngajarin sampai paham. Sekarang saya jadi tahu kalau lewat aplikasi bisa antre online, cek tagihan, bahkan ubah data kepesertaan. Rasanya lebih hemat waktu dan nggak perlu repot datang kalau mau urus hal kecil,” kata Andi.
