Realitas ini sungguh-sungguh paradoks sekaligus penuh ironi. Belum lagi dengan fakta ganti menteri, ganti kurikulum sehingga apa yang sebelumnya sudah berlangsung baik harus dirombak dan dimulai dari nol lagi. Saya mengapresiasi langkah dan terobosan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang telah melakukan langkah-langkah korektif guna memperbaiki kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Program seperti makan bergizi gratis bagi siswa untuk menanggulangi persoalan stunting alias tengkes, penghambat tumbuh kembang kecerdasan anak, menaikkan gaji guru-dosen ASN, menindak tegas korupsi sektor pendidikan yang merugikan keuangan negara berjumlah triliunan sangat positif untuk masa depan pendidikan Indonesia.
Catatan saya, untuk program seperti makan bergizi gratis itu benar-benar dilaksanakan secara serius. Dalam pelaksanaannya, masih banyak anak yang menjadi penerima manfaat program tersebut yang keracunan, tidak sedikit pula mereka yang trauma karena mendapati belatung dan hal-hal tidak higienis saat akan menikmati menu yang katanya bergizi tersebut.
