Ini penting demi percepatan pembangunan SDM Indonesia yang berdaya saing dan siap berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain. Berdasarkan data 2024, jumlah warga Indonesia lulusan S2-S3 hanya 0,53 persen dari total penduduk Indonesia, sementara di negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand jumlah warganya yang lulusan S2 dan S3 sudah mencapai 2,43 persen. Lebih berbeda lagi jika dibandingkan AS, Jepang, Korsel, Jerman, Kanada, Selandia Baru: warga mereka yang berpendidkan S2-S3 sudah di angka 9,80 persen dari total penduduk. Lagi-lagi Indonesia tertinggal jauh.
Waktu Indonesia hanya 20 tahun lagi jika mau mengejar target Indonesia Emas di tahun 2045. Segala hal yang menghambat terwujudnya mimpi mulia tersebut harus dilawan tanpa kompromi. Korupsi apalagi dalam sektor pendidikan adalah ancaman nyata yang sungguh-sungguh merusak cita-cita Indonesia Emas. Jangan sedikit pun mundur dan gentar memerangi korupsi, hanya dengan tata kelola pemerintahan yang bersih, birokrasi berintegritas berbasis merit atau kapasitas, hal-hal baik menuju Indonesia Raya di segala bidang akan terwujud.
